PENYULUHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN BERBASIS SDGs
Synopsis
Agribisnis merupakan sektor yang penuh dengan ketidakpastian. Pelaku agribisnis berhadapan dengan risiko produksi, perubahan iklim, fluktuasi harga, keterbatasan modal, gangguan rantai pasok, dinamika kelembagaan, serta perubahan teknologi dan kebijakan. Risiko tersebut tidak hanya memengaruhi keberhasilan usaha tani, tetapi juga berdampak pada agroindustri, distribusi pangan, pendapatan pelaku usaha, dan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemahaman tentang manajemen risiko menjadi semakin penting dalam membangun sistem agribisnis yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.
Buku ini disusun untuk memberikan landasan konseptual dan aplikatif mengenai manajemen risiko dalam agribisnis. Pembahasan diawali dengan konsep dasar risiko, jenis-jenis risiko, prinsip manajemen risiko, dan proses pengelolaan risiko dari hulu ke hilir. Selanjutnya, buku ini menguraikan pendekatan perilaku petani dalam menghadapi risiko, teknik identifikasi dan pengukuran risiko, strategi mitigasi, risiko perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman pangan, risiko produksi dan operasional, risiko pasar dan keuangan, model kuantitatif dalam manajemen risiko, risiko rantai pasok dan digitalisasi, hingga manajemen.
Downloads
References
Alisjahbana, A. S., & Murniningtyas, E. (2018). Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Di Indonesia: Konsep, Target, dan Strategi Implementasi. SDG Center UNPAD.
Badan Pusat Statistik. (2023). Hasil Pencacahan Lengkap Sensus Pertanian 2023 Tahap I. BPS.
Chambers, R. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Analysis of Experience. World Development, 22(9), 1253-1268.
FAO. (2021). Agricultural extension and advisory services. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
FAO. (2022). The State of Food and Agriculture. FAO.
FAO. (2022). Transforming public agricultural extension and advisory service systems in smallholder farming. FAO.
FAO. (2023). Guide for monitoring and evaluation of the public agricultural extension and advisory service system. FAO.
FAO. (2024). Towards gender-responsive agricultural extension services. FAO.
Glickman, C. D., Gordon, S. P., & Ross-Gordon, J. M. (2017). SuperVision and Instructional Leadership: A Developmental Approach. Pearson.
Harahap, N & Effendy, L. (2017). Buku Ajar Evaluasi Penyuluhan Pertanian. Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian.
Ibrahim, H. (2025). Penyuluh Kreatif: Menginspirasi Perubahan melalui Inovasi. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Ibrahim, H. (2025). Penyuluhan Pertanian di Era Digital. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Jones, G. E., & Garforth, C. (1997). The history, development, and future of agricultural extension. In B. Swanson, R. Bentz, & A. Sofranko (Eds.), Improving Agricultural Extension. FAO.
Kementerian Pertanian RI. (2023). Buku Data Statistik Penyuluhan Pertanian 2024. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian.
Kementerian Pertanian RI. (2024). Statistik Pertanian 2024. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.
Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan Pertanian. Sebelas Maret University Press.
Mustofa, M. S. (2012). Monitoring dan Evaluasi. UIN-MALIKI Press.
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.
Sadiman, A., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2010). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Raja Grafindo Persada.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.
United Nations. (2024). The Sustainable Development Goals Report 2024. United Nations.
World Bank. (2024). Climate-smart agriculture: From knowledge to implementation. World Bank.



