Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Masa Depan
Synopsis
Secara sederhana, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) adalah kawasan lahan pertanian yang ditetapkan dan dilindungi oleh pemerintah agar tetap dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan pokok secara berkelanjutan. Dengan adanya penetapan tersebut, lahan tidak dapat dialihfungsikan secara bebas menjadi penggunaan lain,
kecuali dalam kondisi tertentu yang diatur oleh peraturan perundang-
undangan.
Konsep LP2B bukan sekadar menjaga sawah agar tidak beralih fungsi. Kebijakan ini juga bertujuan menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional, melindungi investasi pembangunan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Dalam praktiknya, LP2B mencakup berbagai jenis lahan pertanian yang memiliki nilai strategis terhadap produksi pangan, terutama sawah irigasi, sawah tadah hujan yang produktif, maupun lahan pertanian lain yang ditetapkan pemerintah berdasarkan karakteristik wilayah dan rencana tata ruang.
Downloads
References
Arsyad, S. (2010). Konservasi tanah dan air (Edisi kedua). IPB Press.
Ashari, N. (2016). Tinjauan tentang alih fungsi lahan sawah ke non sawah dan dampaknya di Pulau Jawa. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 21(2), 83–98. https://doi.org/10.21082/fae.v21n2.2003.83-98
Awaliyan, R., & Sulistyoadi, Y. B. (2018). Klasifikasi penutupan lahan pada citra satelit Sentinel-2A dengan metode tree algorithm. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 2(2), 98–104. https://doi.org/10.32522/ujht.v2i2.1363
Barus, B., Panuju, D. R., Iman, L. S., Trisasongko, B. H., Gandasasmita, K., & Kusumo, R. (2012). Pemetaan potensi konversi lahan sawah dalam kaitan lahan pertanian berkelanjutan dengan analisis spasial. Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan IPB; Pusat Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah IPB.
Cholidah, N. N. Z., & Irawan, L. Y. (2024). Pemanfaatan penginderaan jauh untuk pemetaan alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Geosains dan Remote Sensing, 5(1), 43–54. https://doi.org/10.23960/jgrs.ft.unila.203
Congalton, R. G., & Green, K. (1999). Assessing the accuracy of remotely sensed data: Principles and practices. Lewis Publishers.
Dewi, A., Nugraha, A. L., & Sudarsono, B. (2016). Pemetaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) berbasis SIG sebagai salah satu sarana untuk mempertahankan ketahanan pangan di Kabupaten Boyolali. Jurnal Geodesi Undip, 5(4), 32–43. https://doi.org/10.14710/jgundip.2016.13874
FAO Foodand Agriculture Organization. 1976. A Framework For Land Evaluation. FAO Soil Bulletin 32, Soil Resources Managemet And Conservation Land And Water Development Division, Rome.
Firmansyah, R., dkk. (2021). Strategi pengendalian alih fungsi lahan sawah di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penataan Ruang, 16(1).
Firmansyah, R., et al (2021). Strategi pengendalian alih fungsi lahan sawah di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Penataan Ruang, 16(1).
Food and Agriculture Organization (FAO). (1976). A framework for land evaluation (FAO Soil Bulletin 32). Soil Resources Management and Conservation Service, Land and Water Development Division.
Gorelick, N., Hancher, M., Dixon, M., Ilyushchenko, S., Thau, D., & Moore, R. (2017). Google Earth Engine: Planetary-scale geospatial analysis for everyone. Remote Sensing of Environment, 202, 18–27. https://doi.org/10.1016/j.rse.2017.06.031
Harahap, F., Silveira, S., & Khatiwada, D. (2017). Land allocation to meet sectoral goals in Indonesia: An analysis of policy coherence. Land Use Policy, 61, 451–465. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2016.11.033
Hatmanto, T., & Setyono, J. S. (2018). Implementasi kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) melalui penggunaan peta spasial (Studi kasus di Kabupaten Temanggung Provinsi Jawa Tengah). Prosiding Seminar Nasional Geomatika, Badan Informasi Geospasial dan Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia.
Kawamuna, A., Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. (2017). Analisis kesehatan hutan mangrove berdasarkan metode klasifikasi NDVI pada citra satelit Sentinel-2. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 277–284.
Khudori. (2024, Desember). Adu balap cetak sawah vs konversi lahan. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/adu-balap-cetak-vs-konversi-sawa
Landis, J. R., & Koch, G. G. (1977). The measurement of observer agreement for categorical data. Biometrics, 33(1), 159–174.
Marinda, R., Sitorus, S. R., & Pribadi, D. O. (2020). Analisis pola spasial persebaran kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Karawang. Jurnal Geografi, 12(2), 161–173.
Marlina, D. (2022). Klasifikasi tutupan lahan pada citra Sentinel-2 Kabupaten Kuningan dengan NDVI dan algoritme Random Forest. STRING (Satuan Tulisan Riset dan Inovasi Teknologi), 7(1). https://doi.org/10.30998/string.v7i1.12948
Maryati, S. (2013). Land capability evaluation of reclamation area in Indonesia coalmining using LCLP software. Procedia Earth and Planetary Science, 6, 465–473.
Mulyani, A., et al (2016). Konversi lahan sawah Indonesia sebagai ancaman terhadap ketahanan pangan. Jurnal Tanah dan Iklim, 40(2), 121–133.
Nadzirah, R., Indarto, I., & Brillyansyah, D. F. (2022). Klasifikasi penggunaan lahan kelas sawah berbasis data citra Sentinel-2 dengan algoritma MLC: Studi kasus Kabupaten Jember tahun 2019. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 10(1), 24–38. https://doi.org/10.29303/jrpb.v10i1.319
Oktafianti, K. D., Lanya, I., & Trigunasih, N. M. (2021). Pemetaan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kuta Utara dan Mengwi berbasis penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 11(2), 176. https://doi.org/10.24843/ajoas.2021.v11.i02.p07
Pan, G., & Pan, J. (2012). Research in crop land suitability analysis based on GIS. Computer and Computing Technologies in Agriculture, 365, 314–325.
Putri, A. W. C. (2024). Kajian alih fungsi lahan pertanian ke non-pertanian di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Jurnal Widya Bhumi, 4(1), 19–34.
Republik Indonesia, Kementerian ATR/BPN. (2018). Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 399/Kep-23.3/X/2018 tentang Peta Baku Sawah.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 79 Tahun 2013 tentang Pedoman Kesesuaian Lahan pada Komoditas Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian.
Republik Indonesia. (2026). Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Sekretariat Negara.
Subroto,G., dan Susetyo,C. (2016). Identifikasi Variabel- Variabel Penentu Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Jurnal Teknik ITS Vol.5 No.2 hal. C129- C133
Taufik, M., Kurniawan, A., & Pusparini, F. M. (2018). Penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Menggunakan Metode Multi Data Spasial di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Geoid, 13(1), 63–68.
Taufik. (2018). Penentuan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menggunakan metode multi data spasial di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Geoid, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Yang, Y., Luo, J., Huang, Q., Wu, W., & Sun, Y. (2019). Weighted double-logistic function fitting method for reconstructing the high-quality Sentinel-2 NDVI time series data set. Remote Sensing, 11(20), 2342. https://doi.org/10.3390/rs11202342
Zhang, H. K., Roy, D. P., Yan, L., Li, Z., Huang, H., Vermote, E., Skakun, S., & Roger, J.-C. (2018). Characterization of Sentinel-2A and Landsat-8 top of atmosphere, surface, and nadir BRDF adjusted reflectance and NDVI differences. Remote Sensing of Environment, 215, 482–494. https://doi.org/10.1016/j.rse.2018.04.031
Zulfikar, M., Barus, B., & Sutandi, A. (2013). Pemetaan lahan sawah dan potensinya untuk perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 15(1), 20–28.
Zulfikar, M., Barus, B., & Sutandi, A. (2013). Pemetaan Lahan Sawah dan Potensinya Untuk Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. 15(1), 20–28.



