URBAN FARMING BERBASIS RAISED-BED
Synopsis
Urban Farming berbasis Raised-bed merupakan alternatif usaha budidaya perkotaan yang menjanjikan karena menjadikan lingkungan lebih indah dan rapi selain bisa menambah income petani bertani. Perlengkapan media tanam Raised-bed bisa dilakukan dengan berbagai cara pemilihan penggunaan bahan, model penyususnan, penempatan di kebun, penggunaan media tanam, bibit, pupuk, perawatan tanam lainnya. Praktek urban farming di kelompok tani Minasari di jalan Jemursari XIX kelurahan Jemur wonosari kecamatan Wonocolo yang mempunya luas lahan kelola seluas 4800 m2 untuk usaha berbagai tanaman buah pisang dengan produktivitas 400 kg/ musim tanam, sayur dengan produksi 10 kg /bulan, ternak kambing, ayam dan ikan. Permasalahan kelompok tani Minasari antara lain : 1) Belum optimalnya pengelolaan lahan Minasari, 2). Masih rendahnya ilmu pengetahuan dan ketrampilan mitra 3). Terbatasnya Peran anggota Kelompok untuk memanfaatkan sumber daya alam. Pembuatan Raised Bed berbasis limbah organik bonggol pisang, kompos, limbah ternak, merupakan salah satu solusi alternatif untuk menangani masalah Minasari. Pembuatan pupuk organik dan media tanam berbasis limbah insitu untuk juga merupakan kelengkapan raised-bed dalam urban farming. Pemanfatan air limbah ikan juga menambah nutrisi dan efisiensi penggunaan air. Diversitas usaha tani sayuran organik meliputi terung, tomat, cabe, kale, bunga kol, bayam merah, sawi yang ditata dengan degradasi menarik bisa menambah minat pembeli.
Downloads
References
[1] E. Novrianty, D. A.-J. of A. and, and undefined 2025, “Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Keberlanjutan Program Pangan Lestari (P2L) di Kabupaten Lampung Tengah,” mail.online-journal.unja.ac.id.
[2] R. Nurjasmi, “Review: Potensi Pengembangan Pertanian Perkotaan oleh Lanjut Usia untuk Mendukung Ketahanan Pangan,” J. Ilm. Respati, vol. 12, no. 1, pp. 11–28, Jul. 2021, doi: 10.52643/JIR.V12I1.1406.
[3] L. Teknologi, K. Bangunan, M. Ayunala, M. Wisnu, and H. Bayuaji, “Perancangan Urban Farming dengan Pendekatan Bioklimatik di Cempaka Putih, Jakarta Pusat,” 2024.
[4] “View of Perencanaan Lansekap Lahan Pertanian Kelompok Tani Kampoeng Ce’de di Kabupaten Maros Berbasis Sistem Pertanian Terpadu.”
[5] F. Shaliza, H. S.-J. Triton, and undefined 2024, “Evaluasi Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Perkotaan (Studi Kasus pada KWT Mekar Mandiri Kota Dumai dan Bijeh Ban Keumang Kota Banda Aceh),” jurnal.polbangtanmanokwari.ac.id.
[6] “View of Pemberdayaan Masyarakat KWT Mblimbing Berseri Kota Blitar berbasis Penerapan Iptek IoT Kontrol Nutrisi dan Monitoring Lingkungan.”
[7] H. Harianti, N. Nurmaya, and S. Rosmalah, “Ketahanan Pangan Rumah Tangga Wanita Tani Sayuran Peserta Program Pekarangan Pangan Lestari di Kecamatan Tinanggea,” J. Agrimanex Agribusiness, Rural Manag. Dev. Ext., vol. 5, no. 1, pp. 31–38, Sep. 2024, doi: 10.35706/AGRIMANEX.V5I1.12174.
[8] W. Mindari, B. W. Widjayani, P. E. Sasongko, F. Isnaini, and S. Siswanto, “Effect of Liquid Organic Fertilizer from Chicken , Goat , and Cow Manure on the Content of Nitrogen , Phosphorus , Potassium , and Lead in Soil , and on Stem and Fruit Yield of Tomato,” vol. 8, no. 2, pp. 149–157, 2024, doi: 10.20961/agrotechresj.v8i2.95189.
[9] A. S. Hali and A. B. Telan, “Pengaruh Beberapa Kombinasi Media Tanam Organik Arang Sekam, Pupuk Kandang Kotoran Sapi, Arang Serbuk Sabut Kelapa Dan Tanah Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum Melongena L.),” J. Info Kesehat., vol. 16, no. 1, pp. 83–95, 2018, doi: 10.31965/infokes.vol16.iss1.174.
[10] E. Hayati, “PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP KANDUNGAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN JARINGAN TANAMAN SELADA,” J. Floratek, vol. 5, pp. 113–123, 2010.
[11] S. L. Br, S. Ginting, Yacobus Sunaryo, and Endah Prasetyowati, “PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill) dalam Polybag.”
[12] A. Nadhira and Y. Berliana, “Respon cara aplikasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair yang berbeda terhadap Pertumbuhan dan produksi tanaman Tomat,” J. War., vol. 51, pp. 1829–7463, 2017.
[13] I. S. Roidah, “Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Untuk Kesuburan Tanah,” vol. 1, no. 1, 2013.
[14] W. Mindari, P. E. Sasongko, and S. B. Santoso, “Changes of Soil Physical and Chemical Characteristics of Vertisol by Organic Matter and Sands Applications,” vol. 28, no. 2, pp. 79–87, 2023, doi: 10.5400/jts.2023.v28i2.79.



