KONSERVASI DAS BERBASIS SISTEM DINAMIK Teori dan Aplikasi Pengendalian Sedimen
Synopsis
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan satu kesatuan ekosistem yang menghubungkan kawasan hulu, tengah, dan hilir melalui siklus hidrologi yang saling terkait. Ketika keseimbangan tata guna lahan di kawasan hulu terganggu, dampaknya tidak berhenti di tempat kejadian, melainkan merambat ke seluruh sistem dalam bentuk peningkatan aliran permukaan, erosi lahan, dan pada akhirnya sedimentasi yang mengancam keberlanjutan fungsi sungai, waduk, dan kawasan pesisir di wilayah hilir. Persoalan ini bersifat lintas waktu dan lintas ruang, sehingga penanganannya memerlukan cara berpikir yang mampu menangkap keterkaitan antarvariabel secara menyeluruh, bukan sekadar hubungan sebab-akibat yang linear.
Materi dalam buku ini disusun secara bertahap: dimulai dari pemahaman karakteristik hidrologi DAS dan problematika sedimentasi (Bab 1), pengantar konsep dan perangkat pemodelan sistem dinamik (Bab 2), konseptualisasi hubungan antarvariabel DAS ke dalam diagram sistem dinamik (Bab 3), formulasi matematis dan kalibrasi model dengan mengintegrasikan pendekatan hidrologi konvensional seperti USLE/MUSLE (Bab 4), simulasi skenario kebijakan konservasi (Bab 5), hingga aplikasi praktis pada contoh studi kasus nyata di Indonesia, khususnya sedimentasi Waduk Bili-Bili di DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan (Bab 6).
Downloads
References
Arsyad, S. (2012). Konservasi Tanah dan Air (Edisi kedua). Bogor: IPB Press.
Asdak, C. (2004). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Edisi III). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Asrib, A.R. (2012). Model Pengendalian Sedimentasi Waduk Akibat Erosi Lahan dan Longsoran di Waduk Bili-Bili Sulawesi Selatan (Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Asrib, A.R. (2011). Analisis Tingkat Erosi Lahan Menggunakan Model AGNPS pada Sub DAS Jeneberang Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Biosainstifika, 3(1). ISSN 1979-6900.
Asrib, A.R., Purwanto, J.Y., Sukandi, & Erizal. (2011). Dampak Longsoran Kaldera Terhadap Tingkat Sedimentasi di Waduk Bili-Bili Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Hidrolitan (Jurnal Hidrologi, Lingkungan, dan Tanah), 2(3). ISSN 2086-4825.
Asrib, A.R., Winarno, H., & Natsir, T. (2018). Dampak Aktivitas Penambangan terhadap Masyarakat Sekitar Waduk Bili-Bili di Sungai Jeneberang. Dalam Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Agribisnis 2018.
Asrib, A.R., Roy, M., Faozi, K., Sari, N.N., & Abduh, A.M., dkk. (2025). Konservasi Tanah dan Air (buku kolaborasi multi-penulis). [Kota terbit tidak disebutkan]: CV. Brizqha Media Qita.
Ford, A. (2010). Modeling the Environment (Edisi kedua). Washington, DC: Island Press.
Forrester, J.W. (1961). Industrial Dynamics. Cambridge, MA: MIT Press.
Meadows, D.H. (2008). Thinking in Systems: A Primer. White River Junction, VT: Chelsea Green Publishing.
Meadows, D.H., Meadows, D.L., Randers, J., & Behrens, W.W. (1972). The Limits to Growth: A Report for the Club of Rome's Project on the Predicament of Mankind. New York: Universe Books.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 299.
Sterman, J.D. (2000). Business Dynamics: Systems Thinking and Modeling for a Complex World. Boston: McGraw-Hill.
Vennix, J.A.M. (1996). Group Model Building: Facilitating Team Learning Using System Dynamics. Chichester: John Wiley & Sons.
Wischmeier, W.H., & Smith, D.D. (1978). Predicting Rainfall Erosion Losses: A Guide to Conservation Planning (Agriculture Handbook No. 537). Washington, DC: United States Department of Agriculture.



